<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Élmu tungtut, dunya siar</title>
	<atom:link href="http://ilhamnurwansah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ilhamnurwansah.wordpress.com</link>
	<description>nyiar luang ti papada urang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 08:19:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>su</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ilhamnurwansah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Élmu tungtut, dunya siar</title>
		<link>http://ilhamnurwansah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ilhamnurwansah.wordpress.com/osd.xml" title="Élmu tungtut, dunya siar" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ilhamnurwansah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Aksara Sunda di Linux Ubuntu</title>
		<link>http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2011/12/30/aksara-sunda-di-linux-ubuntu/</link>
		<comments>http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2011/12/30/aksara-sunda-di-linux-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 04:18:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iNs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aksara Sunda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilhamnurwansah.wordpress.com/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[ᮃᮊ᮪ᮞᮛ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ ᮓᮤᮔ ᮜᮤᮔᮥᮟ᮪ oleh: Ilham Nurwansah ilhamnurwansah@gmail.com twitter: ilham_noer1 Pengantar Setelah aksara Sunda diterima kedalam sistem pengkodean karakter huruf internasional oleh konsorsium Unicode, pemakaian font aksara Sunda dalam dunia komputerisasi dapat semakin dinikmati secara luas. Selain dapat digunakan pada sistem operasi Windows, aksara Sunda Unicode juga dapat digunakan dengan baik pada sistem operasi lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilhamnurwansah.wordpress.com&amp;blog=7097270&amp;post=588&amp;subd=ilhamnurwansah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="CENTER"><span style="font-size:large;"><span style="color:#800000;">ᮃᮊ᮪ᮞᮛ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ ᮓᮤᮔ ᮜᮤᮔᮥᮟ᮪</span></span></p>
<p style="text-align:center;">oleh:<br />
Ilham Nurwansah<br />
ilhamnurwansah@gmail.com<br />
twitter: ilham_noer1</p>
<p><strong>Pengantar</strong><br />
Setelah aksara Sunda diterima kedalam sistem pengkodean karakter huruf internasional oleh konsorsium Unicode, pemakaian font aksara Sunda dalam dunia komputerisasi dapat semakin dinikmati secara luas. Selain dapat digunakan pada sistem operasi Windows, aksara Sunda Unicode juga dapat digunakan dengan baik pada sistem operasi lain seperti Mac OS dan distro Linux.</p>
<p>Dalam tulisan ini akan dibahas penggunaan font aksara Sunda Unicode dalam sistem operasi Linux. Distro Linux yang digunakan untuk menguji kompatibilitas font Aksara Sunda Unicode dalam tulisan yaitu Ubuntu 10.10 Maverick Meercat versi desktop.</p>
<p><strong>1. Instalasi Font</strong><br />
Secara bawaan (default), Ubuntu 10.10 telah memasukkan tabel karakter aksara Sunda kedalam sistemnya, namun tidak disertai dengan font aksara Sunda Unicode sehingga karakter hurufnya tidak dapat ditampilkan. Untuk dapat menampilkan setiap karakter aksara Sunda dengan benar, maka pastikan untuk memasang font sundaneseunicode.ttf terlebih dahulu.</p>
<p>caranya:</p>
<ol>
<li>unduh file font <a href="http://www.ziddu.com/download/18005612/su-phonetic.zip.html" title="Font &amp; Fonetik input" target="_blank">sundaneseunicode.ttf</a> </li>
<li>salin ke dalam folder /usr/share/font/truetype</li>
</ol>
<p>Maka hasilnya, aksara Sunda dapat tampil pada Character Map Ubuntu. Untuk mengeceknya, dapat dilihat melalui Accessories – Character Map.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-600" title="character table" src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/character-table1.png?w=300&#038;h=288" alt="" width="300" height="288" />Pada jendela Character Map dapat dilihat pemetaan karakter aksara Sunda (Sundanese) ditempatkan secara alfabetis setelah aksara Sinhala. Aksara-aksara daerah Indonesia lainnya yang terdapat dalam Character Map Ubuntu 10.10 bersama dengan aksara Sunda adalah aksara Bali (Balinese), Bugis (Buginese), Jawa (Javanese) dan Rejang (Rejang).</p>
<p>Sampai pada tahap ini, maka linux ubuntu dapat membaca aksara Sunda yang terdapat pada website maupun dokumen tulis lainnya. Misalnya bila anda membuka sebuah situs yang mengunakan font aksara Sunda Unicode, maka karakter aksara Sunda pada situs tersebut dapat dibaca (tampil) dengan baik.</p>
<p><strong>2. Instalasi dan Pengaturan Metode Input Papan Tombol </strong><br />
Setelah akasara Sunda dapat ditampilkan pada linux, selanjutnya bila ingin menggunakan aksara Sunda untuk mengetik di linux maka ada beberapa tahap pengaturan yang harus dilakukan sehingga anda dapat mengetikkan aksara Sunda pada berbagai aplikasi di linux. Tulisan terkait dengan pemasangan<a href="http://yulian.firdaus.or.id/2008/11/03/linux-sundanese-phonetic-input-method/" title="Metode Input Fonetik Aksara Sunda di Linux" target="_blank"> Input Fonetik Aksara Sunda di Linux juga dapat dilihat di web pribadi Kang Julian Firdaus.</a></p>
<p>Seperti dalam cara pemasangan font aksara Sunda pada Windows, hal yang harus dilakukan pertama kali adalah memasang font Sundanese Unicode ke dalam folder font sistem seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Langkah selanjutnya adalah memasang layout papan tombol sebagai media input aksara Sunda Unicode. Hal ini dilakukan karena font Sundanese Unicode memiliki slot unik tersendiri yang disediakan oleh Unicode, sehingga karakter aksara Sunda tidak akan muncul saat diketikkan bila menggunakan layout papan tombol bawaan sistem operasi yang menggunakan papan tombol Latin (English).</p>
<p><strong>2.1 Pemasangan (via GUI)</strong></p>
<ol>
<li>Pastikan komputer terhubung dengan internet</li>
<li>jalankan Synaptic Package Manager (System-Administration-Synaptic Package Manager), cari file m17n (multilingualization)</li>
<li>centang (Mark for Instalation) seluruh dependensinya. Apply.</li>
<li>download file metode input aksara Sunda ini: <a href="http://www.ziddu.com/download/18005612/su-phonetic.zip.html" title="Font &amp; Fonetik input" target="_blank">su-phonetic.mim</a></li>
<li>simpan/salin ke dalam folder usr/share/m17n (sebagai root)</li>
<li>atur izin (permission) file su-phonetic.mim agar dapat diakses oleh seluruh user.</li>
<li>Restart komputer anda</li>
</ol>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-612" title="synaptic-m17n" src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/synaptic-m17n.png?w=400&#038;h=304" alt="" width="400" height="304" /></p>
<p><strong>2.2 Pengaturan</strong><br />
Bila semua file yang diperlukan diatas telah selesai terpasang, langkah selanjutnya yaitu mengatur aksesibilitas papan tombol dan panel SCIM (Smart Common Input Method) untuk mengetikan aksara Sunda.<br />
Caranya:</p>
<ul>
<li>Buka jendela SCIM melalui System-Preferences-SCIM Input Method Setup.</li>
</ul>
<p><img src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/scim-windows.png?w=400&#038;h=230" alt="" width="400" height="230" /></p>
<ul>
<li>pada tab IMEngine pilih Global Setup.</li>
<li>Pilih Other, pastikan su-phonetic aktif (tanda centang).</li>
<li>untuk mematikan/menghidupkan sistem input aksara lainnya dapat dilakukan dengan cara mengatur tanda centang pada metode input bahasa yang dipilih.</li>
<li>Apply, OK.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-611" title="su-phonetic_scim" src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/su-phonetic_scim.png?w=400&#038;h=230" alt="" width="400" height="230" /><br />
Selanjutnya yang dilakukan adalah mengatur kebiasaan (behavior) tampilan panel pada desktop.<br />
Caranya:</p>
<ul>
<li>Pada jendela SCIM pilih tab Panel-GTK.</li>
<li>Pengaturan yang saya gunakan adalah seperti terlihat di bawah ini (memunculkan panel setiap saat), namun dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda.</li>
<li>Apply, OK</li>
<li>Restart komputer (disarankan), agar hasil pengaturan dapat diterapkan dengan benar.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-613" title="seting panel SCIM" src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/seting-panel-scim.png?w=400&#038;h=250" alt="" width="400" height="250" /></p>
<p><strong>3. Pengujian/Penggunaan</strong><br />
Bila langkah-langkah di atas telah ditempuh, secara teknis Ubuntu telah siap digunakan untuk mengetikkan aksara Sunda. Untuk mengujinya kita buka aplikasi Office (Open Office/Libre Office).<br />
Perhatikan panel SCIM yang muncul di desktop, kemudian pilih su-phonetic untuk mengetikkan aksara Sunda dan English/Keyboard untuk mengetikkan huruf Latin (normal).</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-607" title="Screenshot-panel" src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/screenshot-panel.png?w=300&#038;h=290" alt="" width="300" height="290" /><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-609" title="Screenshot-test" src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/screenshot-test.png?w=500&#038;h=330" alt="" width="500" height="330" /></p>
<p>Gambar di atas adalah hasil pengetikan aksara Sunda dengan menggunakan panel SCIM untuk papan tombol su-phonetic (atas) dan English/keyboard (bawah) tanpa harus merubah font (Times New Roman). Aksara Sunda ternyata langsung dikenali oleh sistem Ubuntu sehingga meskipun saat mengetik menggunakan font Times New Roman (atau font apapun), bila panel papan tombolnya diubah menjadi su-phonetic untuk mengetikkan aksara Sunda, maka secara otomatis aksara Sunda (dengan font Sundanese Unicode) akan muncul. Hal ini berlaku pada seluruh aplikasi yang terpasang pada linux kecuali aplikasi yang dijalankan melalui Wine.</p>
<p>Dengan menggunakan sistem pengubah metode input papan tombol SCIM, maka banyak hal yang dapat dilakukan. Selain untuk mengetik di aplikasi Office dan Grafis, metode input su-phonetic juga dapat digunakan untuk mengubah nama folder, browsing internet, programming, chating, facebook, dll.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-603" title="Screenshot-folder" src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/screenshot-folder.png?w=500" alt=""   /><img class="alignnone size-full wp-image-605" title="Screenshot-mozila" src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/screenshot-mozila.png?w=500&#038;h=337" alt="" width="500" height="337" /><img class="alignnone size-full wp-image-604" title="Screenshot-inkscape" src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/screenshot-inkscape.png?w=500&#038;h=286" alt="" width="500" height="286" /></p>
<p><strong>4. Pemetaan Papan Tombol (layout)</strong><br />
Layout pemetaan aksara Sunda pada papan tombol linux disesuaikan dengan rancangan papan tombol aksara Sunda yang telah dibuat untuk Windows, seperti yang dapat dilihat di bawah ini:<br />
<div id="attachment_647" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/sundakb1.jpg?w=500&#038;h=239" alt="Layout Papan Tombol dalam posisi normal" title="SundaKb1" width="500" height="239" class="size-full wp-image-647" /><p class="wp-caption-text">Layout Papan Tombol dalam posisi normal</p></div><br />
<div id="attachment_646" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/sundakb1shft.jpg?w=500&#038;h=239" alt="Layout Papan Tombol dalam posisi Shift" title="SundaKb1Shft" width="500" height="239" class="size-full wp-image-646" /><p class="wp-caption-text">Layout Papan Tombol dalam posisi Shift</p></div></p>
<p>Dengan sistem input satu tombol satu karakter yang digunakan dalam rancangan ini maka untuk mendapatkan susunan aksara yang benar diperlukan ketelitian yang cukup tinggi saat mengetikkan aksara Sunda agar tidak terjadi kesalahan membaca.<br />
Contoh penulisan:<br />
<img src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/contoh-pengetikan.png?w=500&#038;h=115" alt="" title="contoh pengetikan" width="500" height="115" class="alignnone size-full wp-image-649" /></p>
<p><strong>5. Variasi Pilihan Font</strong><br />
Selama ini telah ada beberapa model variasi font aksara Sunda yang dapat digunakan. Beberapa diantaranya telah memenuhi standar pengkodean Unicode untuk aksara Sunda dan yang lainnya masih mengunakan pemetaaan Unicode untuk huruf latin.</p>
<p>1. Font Ngalagena (ttf)<br />
grafis:<br />
<img src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/ngalagena.png?w=500" alt="" title="ngalagena"   class="alignnone size-full wp-image-651" /><br />
pengkodean: Unicode-Latin<br />
author: Dian Tresna N.</p>
<p>2. Font PakuanLatin (otf)<br />
grafis:<br />
<img src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/pakuanlatin.png?w=500" alt="" title="pakuanlatin"   class="alignnone size-full wp-image-652" /><br />
pengkodean: Unicode-Latin<br />
author: Dian Tresna N. &#8211; U. Kinanti</p>
<p>3. Font Sundanese Unicode (ttf)<br />
grafis:<br />
<img src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/sundaneseunicode.png?w=500" alt="" title="sundaneseunicode"   class="alignnone size-full wp-image-653" /><br />
pengkodean: Unicode-Sundanese (standar resmi)<br />
author: Tim Unicode Aksara Sunda</p>
<p>4. Font Sangkuriang Sunda (ttf)<br />
grafis:<br />
<img src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/sangkuriang.png?w=500" alt="" title="sangkuriang"   class="alignnone size-full wp-image-654" /><br />
pengkodean: Unicode-Sundanese<br />
author: Ilham Nurwansah<br />
download: <a href="http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2009/08/31/rilis-font-sangkuriang-sunda-unicode/#more-101" title="Download">Rilis Font Sangkuriang Sunda Unicode</a></p>
<p>Untuk font yang menggunakan pemetaan papan tombol huruf latin (nomor 1 dan2), penggunaannya tidak memerlukan perubahan sistem input melalui SCIM, cukup hanya mengubah pilihan font saja. Namun bila digunakan dalam website, penamaan folder/sistem, dsb. karakter aksara Sunda tidak akan muncul, melainkan tetap aksara latin.</p>
<p><b>6. Kelebihan</b><br />
Font yang telah terstandarisasi pengkodean Unicode Aksara Sunda dengan menggunakan bantuan SCIM untuk menginput karakter dalam Linux Ubuntu memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:</p>
<ul>
<li>Tampil (rendering) di aplikasi office: LibreOffice, OpenOffice</li>
<li>Tampil di aplikasi grafis: InkScape, Gimp,</li>
<li>Tampil di sistem: terminal, login screen, folder, nautilus explorer, text editor dll.</li>
<li>Tampil di browser/chat: Mozila Firefox, Chromium, Emphaty, Skype dll.</li>
</ul>
<p>Masih banyak aplikasi yang belum diuji kompatibilitasnya dengan Aksara Sunda Unicode. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa aksara Sunda Unicode telah mendukung untuk digunakan dalam sistem operasi linux.</p>
<p><b>7. Kekurangan</b><br />
Ketika dilakukan pengujian dalam beberapa aplikasi yang terpasang di Ubuntu, ditemukan kelemahan (bug) yang mengakibatkan aksara Sunda tidak tampil (render) dengan sempurna.<br />
Kesalahan rendering karakter aksara Sunda hanya ditemukan pada aplikasi Office (LibreOffice/OpenOffice). Ketika mengetikkan karakter vokalisasi dan rarangkén berganda dalam satu karakter konsonan hasilnya menjadi bertumpuk,<br />
<img src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/screenshot-trouble-rendering.png?w=500&#038;h=279" alt="" title="Screenshot-trouble rendering" width="500" height="279" class="alignnone size-full wp-image-610" /><br />
hal ini disebabkan karena Rancangan Huruf Kompleks (Complex Script Layout) yang terdapat pada aksara Sunda Unicode tidak dapat terbaca oleh LibreOffice. Untuk alternatif pemecahan bug ini, saya belum menemukan referensi yang cukup. Namun demikian kekurangan rendering ini tidak ditemukan pada aplikasi lainnya, artinya untuk menulis frasa yang sama (<i>deungkleung déngdék</i>) dengan vokalisasi dan rarangkén berganda pada satu konsonan dapat ditampilkan dengan benar. </p>
<p><img src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/screenshot-rendering-inkscape.png?w=500&#038;h=311" alt="" title="Screenshot-rendering inkscape" width="500" height="311" class="alignnone size-full wp-image-608" /></p>
<p>Selamat Mencoba! [iNs]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilhamnurwansah.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilhamnurwansah.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilhamnurwansah.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilhamnurwansah.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ilhamnurwansah.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ilhamnurwansah.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ilhamnurwansah.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ilhamnurwansah.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilhamnurwansah.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilhamnurwansah.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilhamnurwansah.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilhamnurwansah.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilhamnurwansah.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilhamnurwansah.wordpress.com/588/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilhamnurwansah.wordpress.com&amp;blog=7097270&amp;post=588&amp;subd=ilhamnurwansah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2011/12/30/aksara-sunda-di-linux-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be301dfb4ff07469048c1678ce774d16?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iNs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/character-table1.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">character table</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/synaptic-m17n.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">synaptic-m17n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/scim-windows.png?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/su-phonetic_scim.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">su-phonetic_scim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/seting-panel-scim.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">seting panel SCIM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/screenshot-panel.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Screenshot-panel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/screenshot-test.png" medium="image">
			<media:title type="html">Screenshot-test</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/screenshot-folder.png" medium="image">
			<media:title type="html">Screenshot-folder</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/screenshot-mozila.png" medium="image">
			<media:title type="html">Screenshot-mozila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/screenshot-inkscape.png" medium="image">
			<media:title type="html">Screenshot-inkscape</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/sundakb1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SundaKb1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/sundakb1shft.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SundaKb1Shft</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/contoh-pengetikan.png" medium="image">
			<media:title type="html">contoh pengetikan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/ngalagena.png" medium="image">
			<media:title type="html">ngalagena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/pakuanlatin.png" medium="image">
			<media:title type="html">pakuanlatin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/sundaneseunicode.png" medium="image">
			<media:title type="html">sundaneseunicode</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/sangkuriang.png" medium="image">
			<media:title type="html">sangkuriang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/screenshot-trouble-rendering.png" medium="image">
			<media:title type="html">Screenshot-trouble rendering</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2011/12/screenshot-rendering-inkscape.png" medium="image">
			<media:title type="html">Screenshot-rendering inkscape</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daftar Link Seputar Cianjur</title>
		<link>http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2011/08/26/daftar-link-seputar-cianjur/</link>
		<comments>http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2011/08/26/daftar-link-seputar-cianjur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 08:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iNs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Udar-ider]]></category>
		<category><![CDATA[Cianjur]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[komuitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilhamnurwansah.wordpress.com/?p=578</guid>
		<description><![CDATA[Cianjur telah berumur 334 tahun dan telah mengalami banyak perubahan dan semakin menuju kemajuan dalam berbagai bidang. Dalam era cyber sekarang ini berbagai informasi tentang Cianjur dapat semakin mudah diakses melalui media internet. Untuk semakin memudahkan mengkakses informasi tersebut di bawah ini dikumpulkan bebrapa link yang membahas berbagai informasi menarik tentang kota Cianjur tercinta. Selamat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilhamnurwansah.wordpress.com&amp;blog=7097270&amp;post=578&amp;subd=ilhamnurwansah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cianjur telah berumur 334 tahun dan telah mengalami banyak perubahan dan semakin menuju kemajuan dalam berbagai bidang. Dalam era cyber sekarang ini berbagai informasi tentang Cianjur dapat semakin mudah diakses melalui media internet. Untuk semakin memudahkan mengkakses informasi tersebut  di bawah ini dikumpulkan bebrapa link yang membahas berbagai informasi menarik tentang kota Cianjur tercinta.<br />
Selamat menjalajahi Cianjur dalam dunia maya!<br />
Profil Cianjur<br />
•	www.id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Cianjur<br />
•	www.su.wikipedia.org/wiki/Kabupatén_Cianjur<br />
•	www.en.wikipedia.org/wiki/Cianjur<br />
•	www.thefullwiki.org/Cianjur<br />
•	www.kotacianjur.wordpress.com<br />
•	www.ciptakarya.pu.go.id/profil/profil/barat/jabar/cianjur.pdf </p>
<p>instansi dinas-pelayanan pasyarakat<br />
•	www.cianjurkab.go.id<br />
•	www.polrescianjur.wordpress.com/<br />
•	www.pa-cianjur.go.id<br />
•	www.pn-cianjur.go.id<br />
•	www.kphcianjur.perumperhutani.com<br />
•	www.promkes-cianjur.info<br />
•	www.gpdicianjur.org/<br />
•	www.disperta.cianjurkab.go.id/<br />
•	www.forum-disperta-kab-cianjur.2290231.n4.nabble.com<br />
•	www.cianjur.siap.web.id/<br />
•	www.cianjur.dapodik.org   </p>
<p>Berita<br />
•	www.blog.cianjurnews.com<br />
•	www.beritacianjur.blogspot.com<br />
•	www.cianjur.tv/<br />
•	www.cianjurcybercity.com<br />
•	www.radiotjandrafm.com </p>
<p>sekolah-edukasi-perguruan tinggi:<br />
•	www.unsur.ac.id/<br />
•	www.sman1cianjur.sch.id<br />
•	www.smandacianjur.sch.id/<br />
•	www.sman1cibeber.sch.id<br />
•	www.mantanggeung.web.id<br />
•	www.manpacet-cnj.sch.id<br />
•	www.vedca.net/<br />
•	www.cianjur.sonysugemacollege.com<br />
•	www.bpkpenabur.or.id/id/school/sdkcjr<br />
lebih banyak daftar link blog sekolah di Cianjur dapat dilihat di: http://rivafauziah.wordpress.com/komunitas-blog-cianjur/   </p>
<p>Seni-Budaya<br />
•	www.perceka.wordpress.com<br />
•	www.silatindonesia.com/tag/cianjur/<br />
komunitas<br />
•	www.ngawangkongcianjur.blogspot.com<br />
•	www.wargacianjur.blogspot.com<br />
•	www.cianjurtiger.goodforum.net/<br />
•	www.cianjur.linux.or.id<br />
•	www.cianjur-online.com<br />
•	www.cianjur.org/<br />
•	www.cianjur.olx.co.id<br />
•	www.cianjur33.forumotion.com<br />
•	www.hvc-cianjur.niceboard.com<br />
•	www.bloggercianjur.blogspot.com<br />
•	www.ayampelung.com    </p>
<p>usaha-bisnis<br />
•	www.hotel-cianjur.com/<br />
•	www.saungcianjur.com/<br />
•	www.kaos-cianjur.blogspot.com<br />
•	www.cianjurwebmaster.com<br />
•	www.batikbeasan.dicianjur.com<br />
•	www.puncakpassresort.com<br />
•	www.hotfrog.co.id/Companies/Agen-Beras-Cianjur<br />
•	www.cianjur.pasang.com/<br />
•	www.cianjur.if.co.id  </p>
<p>informasi wisata-perjalanan<br />
•	www.puncakview.com/<br />
•	www.cianjuradventure.com<br />
•	www.maplandia.com/indonesia/jawa-barat/cianjur/<br />
•	www.tripadvisor.com/Tourism-g1006216-Cianjur_Java-Vacation<br />
•	www.wikitravel.org/en/Cianjur<br />
•	www.mapcarta.com/Cianjur </p>
<p>blog personal<br />
•	www.ginan.wordpress.com<br />
•	www.rivafauziah.wordpress.com<br />
•	www.badotinside.blogspot.com</p>
<p>Selain dari tautan-tautan di atas, masih banyak lagi website yang membahas tentang Cianjur. Bila anda memiliki inormasi tambahan tentang web/blog yang membahas seputar Cianjur, silahkan berbagi informasi di artikel ini dengan menambahkan komentar dan alamat link di akhir artikel ini.-iNs-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilhamnurwansah.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilhamnurwansah.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilhamnurwansah.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilhamnurwansah.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ilhamnurwansah.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ilhamnurwansah.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ilhamnurwansah.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ilhamnurwansah.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilhamnurwansah.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilhamnurwansah.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilhamnurwansah.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilhamnurwansah.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilhamnurwansah.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilhamnurwansah.wordpress.com/578/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilhamnurwansah.wordpress.com&amp;blog=7097270&amp;post=578&amp;subd=ilhamnurwansah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2011/08/26/daftar-link-seputar-cianjur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be301dfb4ff07469048c1678ce774d16?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iNs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wewengkon Cianjur dina Naskah Buhun</title>
		<link>http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2011/08/11/wewengkon-cianjur-dina-naskah-buhun/</link>
		<comments>http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2011/08/11/wewengkon-cianjur-dina-naskah-buhun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2011 03:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iNs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banda Titilar Karuhun]]></category>
		<category><![CDATA[Filologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilhamnurwansah.wordpress.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[ku: Ilham Nurwansah Dina naskah-naskah Sunda kuna teu kacaturkeun ayana wewengkon anu ngaranna Cianjur ngan sahenteuna aya sababaraha patempatan di wewengkon Cianjur harita anu kiwari masih bisa dipikawanoh, diantarana Gunung Agung (Gunung Gedé), Citarum,Cisokan, jeung Ciranjang Iwal ti patempatan kasebut, ogé aya hiji ruruntuk wangunan buhun di wewengkon kacamatan Agrabinta anu dianggap minangka rurutuk hiji [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilhamnurwansah.wordpress.com&amp;blog=7097270&amp;post=567&amp;subd=ilhamnurwansah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ku: Ilham Nurwansah</p>
<p>Dina naskah-naskah Sunda kuna teu kacaturkeun ayana wewengkon anu ngaranna Cianjur ngan sahenteuna aya sababaraha patempatan di wewengkon Cianjur harita anu kiwari masih bisa dipikawanoh, diantarana Gunung Agung (Gunung Gedé), Citarum,Cisokan, jeung Ciranjang</p>
<p>Iwal ti patempatan kasebut, ogé aya hiji ruruntuk wangunan buhun di wewengkon kacamatan Agrabinta anu dianggap minangka rurutuk hiji karajaan buhun. Ngeunaan hal ieu, dina naskah Pangéran Wangsakerta disebutkeun hiji wewengkon di lebah kidul karajaan Salakanagara Tanjung Kidul anu dayeuhna di Agrabintapura. Éta wewengkon téh dipingping ku salahsahiji adi Déwawarman, Raja Salakanagara, nayéta Swita Liman Sakti. Agrabinta ogé disebutkeun dina naskah Pangéran Wangsakerta minangka salah sahiji tina 44 wewengkon kakawasaan karajaan Tarumanagara nalika dipingpin ku Raja Wisnuwarman.<br />
Dalah ceuk saurang ahli arkéologi jeung kasajarahan Sunda buhun mah di Cianjur téh aya hiji situs nu mangrupa pangreureuhan pamungkas tokoh Bujangga Manik dina hirupna, nyaéta di patempatan anu kiwari katelah situs Gunung Padang di wewengkon pakidulan Cianjur.</p>
<p>Sanajan kitu, ari situs Gunung Padang ceuk hasil panalungtikan sababaraha ahli arkéologi jeung géologi mah geus nyampak ti saméméh jaman Hindu-Budha, atawa kira-kira puluhan rébu taun ka tukang dina jaman mégalitikum. Ieu hal téh ngandung harti yén mangrébu-rébu taun ka tukang di wewengkon anu kiwari disebut Cianjur téh geus aya kahirupan manusa kalawan boga pangaweruh luhur anu geus bisa nyieun wangunan sakitu agréngna, nu numutkeun hasil ngabanding-banding jeung situs sarupa di Asia Tenggara mah, ieu situs téh mangrupa situs mégalitikum panggedéna.&lt;br&gt;</p>
<p>Upama ditilik tina tapel wates wewengkon Cianjur kiwari lebah wétan nyaéta walungan Citarum, numutkeun katerangan nu kacatet dina Naskah Pangéran Wangsakerta Cianjur kungsi aya dina kakawasaan sababaraha karajaan Sunda-Hindu, diantarana karajaan Salakanagara, karajaan Tarumanagara, karajaan Sunda jeung karajaan Pajajaran. Ieu hal téh diwuwuhan ku bukti ayana sababaraha situs anu aya arcaan atawa ciri lian anu nandakeun kapercayaan Hindu-Budha harita di sababaraha pasir nu sumebar di wewengkon Cianjur kayaning situs Pasir Gada, situs Pasir Pogor, situs Gunung Putri, situs Kampung Kuta jrrd.<br />
<strong></strong><br />
Referensi</p>
<ul>
<li>J. Noorduyn &amp; A. Teeuw. 2009. <em>Tiga Pesona Sunda Kuna</em>. ISBN 9789794193563. Jakarta:PT Dunia Pustaka Jaya</li>
<li>Atja. 1968. <em>Tjarita Parahijangan</em>. Bandung: Yayasan Kebudayaan Nusalarang</li>
<li>Wangsakerta, P. (1679-1682). <em>Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, Parwa II Sarga 2 dan Sarga 4, Parwa III Sarga 1,2, dan 3</em>. Bogor: Transliterasi Saleh Danasasmita</li>
<li>Yoseph Iskandar. 2001.<em> Sejarah Jawa Barat (Yuganing Rajakawasa)</em>. Bandung:CV Geger Sunten</li>
<li>Agus Aris Munandar.2007.<em>Bangunan Suci Pada Masa Kerajan Sunda, Tinjauan Terhadap Kerangka Analisis</em>.prosiding dina Seminar Sejarah dan Kebudayaan Sunda Kuna, Kampung Budaya Sindangbarang, Bogor</li>
<li>Budi Brahmantyo.<em>Keagungan Situs Megalitik Gunung Padang</em>. Pikiran Rakyat, Jumat, 20 Januari 2006</li>
<li>Haris Sukéndar.-. <em>Peninggalan situs megalitikum di kabupaten Cianjur</em>. Jakarta:Puslit Arkenas</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilhamnurwansah.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilhamnurwansah.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilhamnurwansah.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilhamnurwansah.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ilhamnurwansah.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ilhamnurwansah.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ilhamnurwansah.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ilhamnurwansah.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilhamnurwansah.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilhamnurwansah.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilhamnurwansah.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilhamnurwansah.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilhamnurwansah.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilhamnurwansah.wordpress.com/567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilhamnurwansah.wordpress.com&amp;blog=7097270&amp;post=567&amp;subd=ilhamnurwansah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2011/08/11/wewengkon-cianjur-dina-naskah-buhun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be301dfb4ff07469048c1678ce774d16?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iNs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kabuyutan Galunggung, Misteri yang belum terkuak</title>
		<link>http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2010/11/03/kabuyutan-galunggung-misteri-yang-belum-terkuak/</link>
		<comments>http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2010/11/03/kabuyutan-galunggung-misteri-yang-belum-terkuak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 12:40:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iNs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilhamnurwansah.wordpress.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Hamdan Arfani Keturunan ke-13 Batara Gunawisesa Jika masyarakat Arabia mengenal Mekkah dan Yerusalem sebagai wilayah keramat, maka di tatar Sunda orang mengenal Galunggung sebagai sebuah kabuyutan. Di Mekkah terdapat &#8216;maqom&#8217; (bekas petilasan) Ibrahim, maka di Galunggung terdapat &#8216;sanghyang tapak Parahyangan&#8217; (bekas petilasan para leluhur awal). Seorang sesepuh bernama Aki Anang alias Raden Anang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilhamnurwansah.wordpress.com&amp;blog=7097270&amp;post=536&amp;subd=ilhamnurwansah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh :<br />
Hamdan Arfani<br />
Keturunan ke-13 Batara Gunawisesa</p>
<p>Jika masyarakat Arabia mengenal Mekkah dan Yerusalem sebagai wilayah keramat, maka di tatar Sunda orang mengenal Galunggung sebagai sebuah kabuyutan. Di Mekkah terdapat &#8216;maqom&#8217; (bekas petilasan) Ibrahim, maka di Galunggung terdapat &#8216;sanghyang tapak Parahyangan&#8217; (bekas petilasan para leluhur awal). Seorang sesepuh bernama Aki Anang alias Raden Anang Daryan Jayadikusumah (1926 &#8212; 2000), pemimpin kelompok kebatinan &#8216;jati Sunda&#8217; yang juga keturunan Batara di Galunggung, pernah menuturkan berita turun-temurun kurang lebih sebagai berikut : Bahwasanya pada jaman yang telah lampau sekali, tatar Sunda adalah daerah perairan yang hanya terdapat satu daratan yang tidak terlalu luas (jaman air). Daerah tertinggi dari daratan itu adalah puncak dari sebuah gunung yang kini disebut Galunggung. Pada jaman itu puncak Galunggung adalah daratan tertinggi di tatar Sunda. Pada hari yang diberkahi, tibalah sebuah perahu besar yang memuat banyak sekali manusia dan hewan peliharaan. Sebagian orang-orang perahu itu turun dan tinggal menetap membangun komunitas manusia yang baru. Itulah nenek moyang manusia Sunda sekarang, dan menjadikan Galunggung sebagai sebuah kabuyutan atau &#8216;sanghyang tapak Parahyangan&#8217;.</p>
<p>Galunggung sebagai sebuah kabuyutan nyata disebut dalam guratan naskah lontar yang temukan di Ciburuy, Garut, yakni sebuah naskah yang setelah diteliti merupakan naskah lontar tertua di Indonesia dengan kode Kropak 632. Kropak 632 ini diperkirakan dibuat pada tahun 1030-an masehi. Dalam naskah itu diberitakan bahwa Rakeyan Darmasiksa memberikan petuah kepada anak cucunya tentang pegangan hidup, dan bahwa kabuyutan di Galunggung harus dijaga dan dipertahankan agar tidak dikuasai oleh orang asing (Danasasmita, 2006). Pesan Sang Darmasiksa bahwa Galunggung jangan sampai dikuasai orang asing nampaknya mirip dengan larangan bagi kaum non muslim memasuki tanah al Haram di Makkah (tanah larangan di Mekkah, Arab Saudi). Mengapa kabuyutan perlu dijaga, tentulah karena kabuyutan adalah cikal dan simbol jatidiri. Rusaknya kabuyutan Galunggung berarti pudarnya jatidiri dan nilai-nilai asli yang khas dari masyarakat Sunda! Pesan Rakeyan Darmasiksa yang termuat dalam Kropak 632 dibukukan oleh Atja (1929&#8211;1991) dan Saleh Danasasmita (1933&#8211;1986) dengan judul &#8216;Amanat Galunggung&#8217; (diterbitkan oleh Proyek Pengembangan Musium Jawa Barat).<br />
<span id="more-536"></span><br />
Wibawa Galunggung sebagai sebuah kabuyutan, nampak pula dari petikan &#8216;Babad Tanah Jawi &#8216; dan &#8216;Carita Parahyangan&#8217;, bahwasanya putra sulung Raja Galuh yang bernama Sempak Waja menjadi Batara (raja pandita) di Galunggung dengan gelar Batara Dangiang Guru, yang melantik raja-raja yang akan berkuasa. Kedudukan Batara di Galunggung yang amat tinggi didukung pula oleh penemuan naskah kuno lain dengan kode Kropak 406, yang isinya menerangkan kurang lebih sekitar tahun 1030-an, datanglah Darmasiksa (Sri Jayabupati) menghadap Batara keturunan Batara Dangiang Guru Sempak Waja, meminta wilayah yang kemudian diberi nama oleh Batara yang berkuasa itu sebagai &#8216;tempat tinggal Sang Karma&#8217; (Saunggalah). Darmasiksa atau Sri Jayabupati menurut Carita Parahyangan adalah anak dari Sang Lumahing Winduraja. Sedangkan menurut naskah Pangeran Wangsakerta, Jayabupati adalah Raja Sunda ke-20 yang memerintah tahun 1030&#8211;1042 (Ekadjati, 2005).</p>
<p>Demikianlah Galunggung disebut sebagai kabuyutan, sebagai &#8216;sanghyang tapak Parahyangan&#8217; yang sangat dikeramatkan dan dijaga oleh para &#8216;raja pandita&#8217; (Batara) yang memiliki kekuasaan yang sangat tinggi di atas raja-raja biasa.</p>
<p>Kabuyutan-kabuyutan lain yang muncul terkemudian, yang merupakan &#8216;turunan&#8217; dari kabuyutan Galunggung banyak tersebar di wilayah Jawa Barat, diantaranya Denuh, Ciburuy, Sumedang, Linggawangi, dan Panjalu. Seperti halnya di Galunggung, kabuyutan-kabuyutan ini pun dipimpin oleh raja pandita bergelar Batara.</p>
<p>PARA BATARA DI GALUNGGUNG</p>
<p>Membahas kabuyutan Galunggung tidak bisa lepas dari topik para Batara yang mendudukinya. Sejauh ini naskah-naskah kuno paling banyak menyebutkan nama &#8216;Batara Dangiang Guru Sempak Waja&#8217; yang menjadi Batara di Galunggung. Batara-batara lain sesudahnya pun kadang disebut dengan menyertakan nama besar Dangiang Guru Sempak Waja, seperti halnya yang tertulis pada Kropak 406 di atas. Dari Prasasti yang ditemukan di Gegerhanjuang, Tasikmalaya, diketahui nama seorang Batara wanita. Mungkin Batara wanita satu-satunya, bernama Batari Hyang, yang pada tahun 1111 mengubah bentuk kebataraan menjadi kerajaan, yaitu Kerajaan Galunggung. Menurut versi lokal, diketahui setidaknya enam orang Batara yang memerintah setelah Batari Hyang tahun 1111, dan tidak diketahui jumlah Batara sebelum masanya. Para Batara penguasa Galunggung yang dikenal masyarakat lokal diantaranya Batari Hyang, Batara Sempakwaja, Batara Kuncung Putih, Batara Kawindu, dan Batara Wastuhayu. Versi keluarga R. Anang Daryan Jayadikusumah menambahkan nama Batara Gunawisesa, juga disebutkan jumlah semua Batara yang pernah ada sejumlah 13 orang (lihat topik diskusi BATARA GALUNGGUNG kiriman Batara Gema).</p>
<p>Batara Gunawisesa adalah kakak sulung Batara Kuncung Putih. Adik-adik Batara Gunawisesa dari yang tertua hingga yang termuda adalah Wahyu Cakraningrat (makam di Curug Tujuh Galunggung), Ambu Sarigan (makam di Dinding Ari Galunggung), Ambu Hawuk alias Nyi Mas Garsih (makam di Dinding Ari Galunggung), dan Batara Kuncung Putih (makam di Kawah Galunggung).</p>
<p>Menindaklanjuti informasi dari prasasti Gegerhanjuang bahwasanya pada tahun 1111 masehi terjadi perubahan bentuk pemerintahan dari bentuk kebataraan menjadi kerajaan, tentulah menimbulkan pertanyaan mengenai perbedaan kedua bentuk pemerintahan tersebut. Sejauh ini belum ada rujukan pustaka yang menerangkan hal itu.. Namun menurut hemat Penulis, barangkali bentuk kebataraan dapat dimisalkan dengan bentuk kepausan katolik sekarang ini yang berkedudukan di Roma. Italia, yakni pemerintahan setingkat negara (bahkan lebih dari itu) yang hanya mengurusi keruhanian masyarakat. Kemudian barulah pada tahun 1111 masehi, yakni pada jaman Batari Hyang, Batara tidak hanya mengurusi masalah ruhani masyarakat, namun juga masalah kompleks sehari-hari seperti kesejahteraan rakyat, politik, budaya, dan lain-lain. Dengan demikian, bertambahlah fungsi Batara sejak saat itu, meminjam istilah Islam, yakni sebagai &#8216;ulama&#8217; (tokoh ruhani) sekaligus &#8216;umaro&#8217; (tokoh birokrat pemerintahan).</p>
<p>JATI SUNDA SEBAGAI ‘AGAMA’ PARA BATARA</p>
<p>Kini muncul sebuah pertanyaan baru. Sebagai tokoh ruhani, apakah &#8216;agama&#8217; para Batara ? Menilik berdasar istilah, &#8216;batara&#8217; tentulah kental dengan ke-Hinduan yang dibawa dari India. Bisa jadi para Batara di Galunggung beragama Hindu adanya. Tapi bisa jadi pula tidak, meski segala istilah meminjam unsur ke-Hinduan. Danasasmita (2006) dalam tulisannya berjudul &#8216;Batu Nyantra dari Tapos&#8217; memberikan informasi yang disepakati oleh Penulis, bahwa agama orang Pajajaran (Sunda, Parahyangan) mengandung tiga unsur utama, yakni &#8216;Hinduisme&#8217;, &#8216;Budhisme&#8217;, dan &#8216;Jati Sunda&#8217; dengan pemuliaan para leluhur. Dari ketiga unsur tersebut, ternyata &#8216;Jati Sunda&#8217; yang paling mendominasi.</p>
<p>Merujuk pada pendapat Saleh Danasasmita (2006) pada tulisan berjudul &#8216;Batu Nyantra dari Tapos&#8217; dan &#8216;Hubungan Sri Jayabupati dengan Prasasti Geger Hanjuang, Penulis akan mengulas tentang alam spiritual masyarakat Sunda kuno, terutama para Batara di Galunggung :</p>
<p>Berdasar istilah-istilah dan nama-nama yang terdapat pada prasasti dan naskah kuno lainnya, para ahli berpendapat bahwa agama yang berkembang di tatar Sunda adalah Hindu. Namun setelah diteliti, apabila Hindu yang dianut, maka Hindu orang Sunda berbeda dengan Hindu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hindu di tatar Sunda tidak mengenal kasta, yang ada hanyalah feodalisme biasa. Agama Hindu yang agak cocok dengan profil spiritual di tatar Sunda adalah Hindu Tantrayana, yakni perpaduan Hindu dan Budha, namun lebih mengarah ke Budha. Hal ini didukung oleh penemuan &#8220;Batu Nyantra&#8221; di Tapos, Bogor, pada tahun 1979, yang pada bagian atasnya terdapat goresan serupa gajah, dimana gajah adalah simbol aliran Tantrayana yang lebih mengarah ke Budhiisme. Gambar gajah terdapat pula pada prasasti Kebon Kopi yang ditemukan di Kampung Muara, Cibungbulang, Bogor. Dengan demikian, Budhisme lebih dominan daripada Hinduisme dalam pengertian &#8216;Siwaisme&#8217; pada masyarakat tatar Sunda kala itu.</p>
<p>Meminjam ungkapan Danasasmita, meninjau sejarah keagamaan di India, sebenarnya Budhisme dapat disebut sebagai salah satu aliran dalam agama Hindu. Sedangkan, agama Budha sendiri pada dasarnya lebih cenderung merupakan filsafat daripada agama. Ajaran agama Budha pada asal muasalnya tidak mengenal ritual ibadat karena menurut pahamnya keberhasilan mencapai nirwana semata-mata bergantung pada kebenaran karma (perbuatan) belaka.</p>
<p>Apa yang membedakan Budhisme dengan Hinduisme ialah watak Budhisme yang kosmopolit, dapat dianut oleh mereka yang bukan Hindu. Hinduisme pada dasarnya bercorak Aryan, bercorak khas Hindu, kerena menurut doktrin yang mendasarinya, seorang Hindu dilahirkan dalam kasta. Agama Budha tidak mengenal sistem kasta. Agaknya nilai-nilai Budhisme inilah yang menjadi bagian &#8216;irisan&#8217; dengan falsafah asli Sunda, yaitu &#8216;Jati Sunda&#8217;. Menurut hemat Penulis, bukan Hinduisme atau Budhisme yang mendominasi alam spiritual orang Sunda, terutama para Batara di Galunggung. Hinduisme dan Budhisme hanya memperkaya khasanah spiritual dan bahasa. Logika sejarah mendukung pendapat Penulis, bahwa semenjak filtrasi besar-besaran ajaran Islam dari Cirebon dan Banten abad ke-16 di tatar Sunda, Hinduisme dan Budhisme begitu mudah sirna, sementara &#8216;Jati Sunda&#8217; masih tetap ada dan hidup di hati masyarakat Sunda hingga detik ini. Jadi mana yang lebih berurat-berakar : Hinduisme &#8211; Budhisme atau &#8216;Jati Sunda&#8217; ?</p>
<p>Ajaran &#8216;Jati Sunda&#8217; mengajarkan keimanan kepada Tuhan Yang Satu, hidup sederhana (meurih), saling tolong menolong, bersahaja, dan &#8216;kembali ke alam&#8217; atau &#8216;back to nature&#8217;, yakni bahwa alam dan manusia saling memberi sebab &#8211; akibat (Suganda, 2006). Ajaran &#8216;Jati Sunda&#8217; ini masih nampak kental pada beberapa komunitas masyarakat di wilayah tatar Sunda, diantaranya masyarakat Kampung Naga di Tasikmalaya, Kampung Kuta di Ciamis, Kampung Dukuh dan Kampung Pulo di Garut, Kampung Urug di Bogor, Kampung Ciptarasa &#8211; Sirnarasa di Sukabumi, dan Kanekes di Banten. ‘Jati Sunda’, jika dianggap agama, maka agama ini mirip dengan agama Nabi Ibrahim as. Agama Ibrahim belum bernama Islam. Para ulama menyebut agama Ibrahim adalah agama Hanif, yakni agama ‘Jalan Lurus’.</p>
<p>Demikianlah, bahwa banyak istilah Kehinduan yang memperkaya khasanah bahasa di tatar Sunda, khususnya di kabuyutan Galunggung, yang faktanya tak terbantahkan. Begitu pula sumbangan ajaran Hinduisme dan Budhaisme yang memperkaya falsafah asli &#8216;Jati Sunda&#8217;. &#8216;Jati Sunda&#8217; agaknya sudah ada jauh sebelum Hinduisme &#8211; Budhisme dikenal di Galunggung.</p>
<p>&#8216;Jati Sunda&#8217; mungkinkah &#8216;agama&#8217; yang dibawa para Parahyangan (leluhur awal) yang merapat di Galunggung pada jaman air seperti cerita yang ditutur oleh mendiang Aki Anang ? Benarkah cerita Aki Anang tentang hal ikhwal karuhun Sunda di Galunggung ? Kita semua masih menunggu jawaban ilmiah dari para ahli.</p>
<p>Kabuyutan Galunggung : masih misteri yang belum terpecahkan &#8230;</p>
<p>TAMBAHAN :<br />
SILSILAH AKI ANANG (R. ANANG DARYAN JAYADIKUSUMAH) KE BATARA DI GALUNGGUNG</p>
<p>R. Anang Daryan Jayadikusumah (Aki Anang) adalah putra dari R. Waspian Sacakusumah bin Altasan Sacakusumah dan R. Surkiah Wiarsih binti Suyatma Adiwijaya.</p>
<p>Adapun silsilah dari garis ayah adalah sebagai berikut : R. Anang Daryan Jayadikusumah bin Waspian Sacakusumah bin Altasan Sacakusumah bin Adijaya Sacakusumah bin Sunarya Sacakusumah bin Dalem Rana Yudakusumah bin Dalem Paringga Yudakusumah bin Dalem Singaparna. Dalem Singaparna menikah dengan Dewi Manasih binti Prabu Tajiwulung bin Susuhunan Alengga Galunggung bin Batara Gunawisesa.</p>
<p>Silsilah dari garis ibu sebagai berikut : Surkiah Wiarsih (Ibu) binti Suyatma Adiwijaya bin Karta Adiwijaya bin Arpan Adiwijaya. Arpan Adiwijaya memiliki Ibu bernama Ambu Lembok alias Dewi Arsih binti Dalem Pasarean bin Dalem Brajagalong bin Dalem Pakuluran bin Dalem Jamsu bin Dalem Heulang Mangkak bin Prabu Linggawestu bin Prabu Syech Jiwa Raga dst.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>Suganda, Her. 2006. &#8216;Kampung Naga Mempertahankan Tradisi&#8217;. Penerbit PT Kiblat Buku Utama. Bandung</p>
<p>Danasasmita, Saleh. 2006. &#8216;Hubungan antara Sri Jayabupati dan Prasasti Gegerhanjuang&#8217; dalam &#8216;Mencari Gerbang Pakuan dan Kajian Lainnya Mengenai Budaya Sunda&#8217; &#8211; Kumpulan makalah. Pusat Studi Sunda. Bandung</p>
<p>Danasismita, Saleh. 2006. Batu Nyantra dari Tapos&#8217; dalam &#8216;Mencari Gerbang Pakuan dan Kajian Lainnya Mengenai Budaya Sunda&#8217; &#8211; Kumpulan makalah. Pusat Studi Sunda. Bandung</p>
<p>Ekadjati, Edi. 2005. &#8216;Polemik Naskah Pangeran Wangsakerta&#8217;. Pustaka Jaya. Jakarta</p>
<p>sumber http://hamdanarfani.blogspot.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilhamnurwansah.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilhamnurwansah.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilhamnurwansah.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilhamnurwansah.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ilhamnurwansah.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ilhamnurwansah.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ilhamnurwansah.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ilhamnurwansah.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilhamnurwansah.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilhamnurwansah.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilhamnurwansah.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilhamnurwansah.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilhamnurwansah.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilhamnurwansah.wordpress.com/536/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilhamnurwansah.wordpress.com&amp;blog=7097270&amp;post=536&amp;subd=ilhamnurwansah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2010/11/03/kabuyutan-galunggung-misteri-yang-belum-terkuak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be301dfb4ff07469048c1678ce774d16?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iNs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gunung Padang (Cianjur) VS Cadas Nangtung (Sumedang)</title>
		<link>http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2010/10/01/gunung-padang-cianjur-vs-cadas-nangtung-sumedang/</link>
		<comments>http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2010/10/01/gunung-padang-cianjur-vs-cadas-nangtung-sumedang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2010 11:41:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iNs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banda Titilar Karuhun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilhamnurwansah.wordpress.com/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[coba bandingkan gambar kedua situs ini: (Gunung Padang-Cianjur) (Cadas Nangtung-Sumedang) (Gunung Padang-Cianjur) (Cadas Nangtung-Sumedang) Ada Komentar?<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilhamnurwansah.wordpress.com&amp;blog=7097270&amp;post=529&amp;subd=ilhamnurwansah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>coba bandingkan gambar kedua situs ini:</p>
<p><img width="400" height=" 300" alt="" src="http://akibatguna2istrimuda.files.wordpress.com/2010/06/img_2442.jpg?w=400" title="gunung padang1" class="aligncenter" /><em>(Gunung Padang-Cianjur)</em></p>
<p><img width="400" height=" 300" alt="" src="http://sukapura.files.wordpress.com/2010/02/15167_1251830506045_1537983874_651358_8007181_n.jpg?w=400" title="pasir reungit 1" class="aligncenter" /><em>(Cadas Nangtung-Sumedang)</em></p>
<p><img width="400" height=" 300" alt="" src="http://hadisome.files.wordpress.com/2009/07/foto1081.jpg?w=400&amp;h=768" title="Gunung Padang2" class="aligncenter" /><em>(Gunung Padang-Cianjur)</em></p>
<p><img width="400" height=" 300" alt="" src="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2010/10/batutonggakdigunungcadas.jpg?w=400&amp;h=768" title="Cadas Nangtung2" class="aligncenter" /><em>(Cadas Nangtung-Sumedang)</em></p>
<p><strong>Ada Komentar?</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilhamnurwansah.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilhamnurwansah.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilhamnurwansah.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilhamnurwansah.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ilhamnurwansah.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ilhamnurwansah.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ilhamnurwansah.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ilhamnurwansah.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilhamnurwansah.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilhamnurwansah.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilhamnurwansah.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilhamnurwansah.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilhamnurwansah.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilhamnurwansah.wordpress.com/529/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilhamnurwansah.wordpress.com&amp;blog=7097270&amp;post=529&amp;subd=ilhamnurwansah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2010/10/01/gunung-padang-cianjur-vs-cadas-nangtung-sumedang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be301dfb4ff07469048c1678ce774d16?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iNs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akibatguna2istrimuda.files.wordpress.com/2010/06/img_2442.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gunung padang1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sukapura.files.wordpress.com/2010/02/15167_1251830506045_1537983874_651358_8007181_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pasir reungit 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hadisome.files.wordpress.com/2009/07/foto1081.jpg?w=1024&#38;h=768" medium="image">
			<media:title type="html">Gunung Padang2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilhamnurwansah.files.wordpress.com/2010/10/batutonggakdigunungcadas.jpg?w=1024&#38;h=768" medium="image">
			<media:title type="html">Cadas Nangtung2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
