Font Asmarandana Unicode

Photobucket

Setelah font Asmarandana pertamakali dimuat dalam situs www.jamparing.sytes.net/aksara dengan pengkodean latin-1, kini Font Asmarandana telah memenuhi standar pengkodean karakter aksara Sunda menggunakan slot khusus untuk Aksara Sunda. Seperti beberapa font yang telah dirilis pada blog ini, font Asmarandana juga diberikan lisensi bebas (freeware) sehingga dapat diunduh secara gratis. Selamat menggunakan font Asmarandana Unicode.
silahkan unduh di sini/download here/unjal ti dieu atau di sini

Nyukcruk Citarum, tina Prasasti jeung Naskah Buhun

Unggal meuntas ka hiji sasak panjang antara Bandung-Cianjur, sok ras inget ka jaman karajaan baheula nya karajaan Sunda jeung Galuh. Pangna kitu téh alatan waas ka hiji walungan nu jadi saksi kajayaan dua karajaan badag nu kungsi ngawasa di tatar Sunda. Leuwih jauh ngambah alam ka tukang, Citarum nyaksian jayana Tarumanagara. Citarum, saha nu teu wanoh ka ieu walungan? Panjangnan 269 km, mangrupa walungan pangpanjangna di Jawa Barat. Numutkeun para ahli mah Citarum téh geus aya ti jaman purba, hartina leuwih heubeul ti saacan jlug-jlegna karajaan-karajaan di Sunda. Dina kamekaran sajarah, walungan Citarum jadi sumber vital pikeun rupa-rupa kapentingan jeung kaperluan.

sasak Rajamandala (tapel wates Cianjur-Bandung)

sasak Rajamandala (tapel wates Cianjur-Bandung)


Tuluykeun maca ‘Nyukcruk Citarum, tina Prasasti jeung Naskah Buhun’

Citarum Dalam Perspektif Sejarah

Oleh: A. Sobana Hardjasaputra

Universitas Padjadjaran
Fakultas Sastra
Jurusan Ilmu Sejarah
2007

————————-
Citarum Purba dan Asal Usulnya
Citarum adalah sungai terbesar dan terpanjang di daerah Jawa Barat (± 225 kilometer). Berhulu di Cisanti, lereng Gunung Wayang – salah satu anak Gunung Malabar – daerah Bandung Selatan. Alur sungai melalui cekungan Bandung ke arah utara, melewati daerah kabupaten-kabupaten Cianjur, Purwakarta dan Karawang, bermuara di Laut Jawa, tepatnya di daerah Ujung Karawang.

Secara etimologis, nama Citarum berasal dari dua kata, yaitu ci dan tarum. Ci atau cai berarti air. Tarum yang disebut juga nila adalah jenis tanaman. Dulu tanaman itu biasa dijadikan bahan celup (pewarna ungu/violet) untuk warna dasar kain. Ada pendapat bahwa nama Citarum berkaitan dengan nama kerajaan tertua di Jawa Barat, yaitu Tarumanagara.

Menurut naskah Wangsakerta, pusat kerajaan itu terletak di daerah tepi sungai yang kemudian disebut Citarum. Siapa yang memberi nama Citarum kepada sungai tersebut, dan sejak kapan nama itu digunakan, tidak diketahui. Pusat Kerajaan Tarumanagara berasal dari sebuah dusun yang dibangun oleh Maharesi Jayasinghawarman beserta para pengikutnya. Jayasinghawarman berasal dari Kerajaan Salankayana di India. Tahun 345 M. kerajaan itu ditaklukkan oleh Samudragupta, raja Maurya. Oleh karena itu, Jayasinghawarman berserta sejumlah tentara dan pengikutnya melarikan diri ke Jawa Barat (tahun 348 M.).
Tuluykeun maca ‘Citarum Dalam Perspektif Sejarah’

Penterjemah Bahasa Pada Zaman Kerajaan Sunda

Photobucket

Kepentingan penerjemahan bahasa sebagai usaha untuk berkomunikasi dengan bangsa lain yang berbeda bahasa ternyata telah dlakukan oleh para leluhur di Kerajaan Sunda. Profesi penerjemah dianggap salah satu profesi yang cukup penting sebab tidak semua orang dapat memahami berbagai bahasa yang ada pada waktu itu. Selain Sangsakerta, salah satu bahasa yang digunakan untuk memperdalam sastra (agama) Hindu-Budha pada waktu itu adalah Jawa Kuna (digunakan hampir di seluruh pulau Jawa dan Bali).

Salah satu tokoh yang ternama pada masa itu yaitu Bujangga Manik. Ia dikisahkan pergi ke belahan timur pulau Jawa dari tanah kelahirannya, Sunda, untuk mencari arti kehidupan dan menimba ilmu agama. Tentunya dalam melakukan perjalanannya itu, ia dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang berbahasa Jawa (kuna), selain menguasai bahasa Sunda (kuna) sebagai bahasa ibunya.

Edi S. Ekadjati memaparkan dalam bukunya, Kebudayaan Sunda Zaman Pajajaran, Jilid 2, halaman 204-205;
Tuluykeun maca ‘Penterjemah Bahasa Pada Zaman Kerajaan Sunda’

Memasang Makro Konversi Aksara Sunda pada MSWord 2007

Makro konversi aksara Sunda untuk mengubah langsung (transliterasi otomatis) aksara latin ke aksara Sunda atau aksara Sunda ke aksara latin dapat dipasang pada MSWord2007.
caranya:

1. Unduh dulu makro konversi Aksara Sunda-1.1.zip untuk MSWord (diprogram oleh Dian Tresna N)
2. Extrak file Aksara Sunda-1.1.dot dan simpan di C:\Program Files\Microsoft Office\Templates (atau di mana saja)
3. Jalankan MSWord 2007
4. Klik Office Button lalu pilih Word Option
Photobucket
Tuluykeun maca ‘Memasang Makro Konversi Aksara Sunda pada MSWord 2007′

Kaca Saterusna »